Bandung, 30 Januari 2026 — Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) melaksanakan Audit Surveilans ke-1 SNI ISO/IEC 27001:2022. Audit dilakukan terhadap PT Neuronworks Indonesia sebagai bagian dari pengawasan berkala. Kegiatan ini bertujuan memastikan konsistensi penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi sesuai standar.
Pelaksanaan Audit Surveilans ISO 27001 berlangsung pada 30 Januari 2026. Evaluasi dilakukan untuk menilai kesesuaian dan keberlanjutan implementasi SMKI. Proses ini mencakup sistem yang telah diterapkan sejak perusahaan memperoleh sertifikasi ISO 27001.
Peran BBLM dalam Audit Surveilans ISO 27001 sebagai Lembaga Independen
BBLM berperan sebagai lembaga audit independen. Proses penilaian dilakukan secara objektif dan profesional. Pelaksanaan audit mengikuti kaidah standar sistem manajemen.
Metode audit meliputi wawancara dengan manajemen dan personel terkait. Selain itu dilakukan observasi terhadap proses bisnis. Tim auditor juga melakukan sampling dokumen dan rekaman. Seluruh proses tersebut menjadi bagian dari evaluasi penerapan SMKI.
Pendekatan audit dirancang secara terstruktur. Tujuannya memastikan pengendalian keamanan informasi berjalan konsisten. Proses audit juga dilakukan tanpa mengganggu operasional utama perusahaan. Dengan pendekatan ini, hasil audit dapat mencerminkan kondisi penerapan sistem secara faktual dan objektif.
Ruang Lingkup dan Tujuan Audit
Audit Surveilans 1 mencakup ruang lingkup Proses Bisnis Project Software Development. Ruang lingkup meliputi Initiating Process, Planning Process, serta Executing & Monitoring Process. Selain itu mencakup Closing Process dan Maintenance & Operation Process.
Tujuan utama audit adalah untuk:
-
Menilai konsistensi penerapan SNI ISO/IEC 27001:2022
-
Memastikan sistem keamanan informasi berjalan sesuai kebijakan
-
Mendukung peningkatan berkelanjutan dalam pengelolaan keamanan informasi
Pernyataan Resmi
Ketua Tim Auditor BBLM menyampaikan pentingnya pelaksanaan audit surveilans. Audit ini merupakan bagian dari siklus sertifikasi ISO 27001.
“Audit surveilans tidak hanya bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar, tetapi juga untuk mendorong organisasi agar terus menjaga konsistensi dan efektivitas penerapan sistem manajemen keamanan informasi. BBLM berkomitmen menjalankan audit secara independen dan objektif guna mendukung penguatan daya saing industri nasional,” ujarnya.”
Penguatan Budaya Keamanan Informasi di Industri
Pelaksanaan audit surveilans diharapkan menjadi contoh bagi pelaku industri. Penerapan ISO 27001 bukan sekadar pemenuhan sertifikasi. Standar ini merupakan bagian dari budaya organisasi.
BBLM akan terus berperan aktif mendukung industri nasional. Dukungan diberikan melalui layanan audit, sertifikasi, dan pendampingan teknis. Langkah ini bertujuan membantu industri menerapkan standar yang diakui secara nasional dan internasional. Melalui sinergi tersebut, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya keamanan informasi di sektor industri dapat terus meningkat.





