Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi lepas pantai di Indonesia telah berkembang untuk segala kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan sampai dengan konstruksi dalam air laut baik pembangunan di lepas pantai maupun untuk kegiatan konstruksi saluran yang menggunakan pipa di dalam air. Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi lepas pantai di Indonesia telah berkembang untuk segala kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan sampai dengan konstruksi dalam air laut baik pembangunan di lepas pantai maupun untuk kegiatan konstruksi saluran yang menggunakan pipa di dalam air. Pada saat ini untuk transportasi dari sumur minyak dan gas alam lepas pantai telah banyak digunakan pipa cladding dengan diameter sampai dengan 18 inchi. Pemakaian pipa cladding untuk mengatasi masalah korosi secara ekonomis menguntungkan karena proses pembuatannya relatif lebih murah daripada menggunakan stailess steel. Masalahnya terletak pada belum diaplikasikannya proses las cladding untuk penyambungan pipa di lepas pantai. Tujuannya adalah mendapatkan ketahanan korosi yang lebih baik pada pipa dan menghemat biaya material. Dalam penelitian ini digunakan baja A516 sebagai logam induk dengan cladding baja tahan karat 316L. Metode pengelasan girth weld, meliputi :
Berdasarkan hasil uji tarik disimpulkan bahwa kekuatan tarik sambungan girth weld bentuk groove V 3% lebih tinggi dari groove Vm (modifikasi). Hasil korosi pitting dalam larutan 6% FeCl3 22 ± 2 °C selama 72 jam menunjukkan bahwa laju korosi bentuk groove V lebih tinggi 153,6% daripada bentuk groove Vm (modifikasi). Harga pokok produksi pengelasan diperoleh sebesar Rp. 279.996,- Sumber: Majalah Metal Edisi Vol 027/2005 |