images

Masalah pengembangan industri kecil menengah (IKM) pengecoran logam sub kontrak di Indonesia terletak pada rendahnya daya saing. Tujuan strategis pengembangan adalah untuk meningkatkan mutu produk cor agar mampu bersaing di pasar bebas. Hasil kajian diharapkan memberikan arahan bagi pengembangan industri pengecoran logam sub kontrak di Indonesia dalam menghasilkan produk cor yang bermutu dan berdaya saing tinggi di pasar global.

Permasalahan yang dihadapi oleh IKM pengecoran logam sub kontrak di dalam negeri adalah rendahnya mutu produk cor dan daya saing perusahaan.
Dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats), maka industri pengecoran logam dapat mengetahui kelemahan yang harus segera diperbaiki dan juga berupaya menanggulangi tantangan yang dihadapinya.
UUntuk menghasilkan produk cor yang bermutu dan berdaya saing tinggi diperlukan langkah-langkah pengembangan industri pengecoran sub kontrak sebagai berikut :
  1. Perubahan sistem/pola tradisional
  2. Restrukturisasi mesin dan peralatan produksi
  3. Peningkatan ketrampilan dan pengetahuan karyawan
  4. Penerapan manajemen produksi modern
  5. Penguasaan teknologi pengecoran
  6. Kemitraan antara industri pemakai produk cor, lembaga litbang dan industri pengecoran
Sumber : Majalah Metal Vol. 024/2002
 
 
© Balai Besar Logam dan Mesin 2009